DIHADIRI KONJEN JEPANG, FAKULTAS SASTRA UNTAG SURABAYA MENGADAKAN BUNKASAI, PESTA RAKYAT JEPANG
Pohon Sakura menghiasi Lapangan Parkir Timur Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, menambah nuansa Jepang di Kampus Merah Putih. Program studi Sastra Jepang Fakultas Sastra UNTAG Surabaya mengadakan Bunkasai, acara yang bertujuan untuk memberikan ilmu praktis tentang Jepang ini melibatkan para Mahasiswa semester 2 dan 4 juga para dosen Sastra Jepang. Bunkasai adalah acara kebudayaan Jepang di luar negeri dan biasanya diadakan oleh instansi pendidikan dengan menirukan persis budaya Jepang. “Kalau di Jepang sendiri disebut Matsuri dan diadakan setiap musim panas. Karena diadakan di luar Jepang, maka diberi nama Bunkasai,” terang Dra. Endang Poerbowati, M.Pd., - kepala prodi Sastra Jepang UNTAG Surabaya. Minggu, (29/4).
Bunkasai dibagi dalam 2 kategori lomba, yaitu Lomba Akademik dan Lomba Non-Akademik. Lomba Akademik berupa Olimpiade Jepang bagi SMA sederajat. Sedangkan Lomba Non-Akademik berupa lomba Cosplay, Kakitori, Rodoku, Shodou, Kanji Taikai, Yu-Gi-Oh, Desain Karakter, Karaoke, dan Dance Cover dengan Catch Sangadji sebagai dewan juri. Tak lupa penampilan dari bintang tamu: Akiba-Street dan Yesterday Evening Kids menambah animo penonton dan kemeriahan Bunkasai.
Sebagai adopsi dari budaya Indonesia, ada pesta rakyat khas Jepang dengan panggung hiburan dan bazar yang menjual aneka makanan dan minuman khas Jepang serta permainan Jepang. 25 stand makanan dan minuman dan 10 stand dari komunitas. Endang mengatakan, “Bazaar yang kami sediakan bertujuan untuk menambah kesan Indonesia. Dalam Bunkasai ini semua harus dijual serba murah, lebih murah dari harga normal dan tidak boleh ada stand bazaar yang menjual dagangannya dengan mahal. Karena, itu sudah menjadi tradisi Matsuri dan Bunkasai dimanapun.”
Bunkasai kali ini istimewa dari tahun sebelumnya karena kehadiran Masaki Tani-Konsulat Jendral (Konjen) Jepang untuk RI di Surabaya yang bertindak sebagai dewan juri dalam beberapa lomba didampingi oleh beberapa staf Konjen Jepang. “Kehadiran Pak Masaki Tani sebagai dewan juri adalah bentuk apresiasi Konsulat Jendral Jepang untuk RI di Surabaya atas kontribusi UNTAG Surabaya dengan menjadi tuan rumah dalam beberapa acara yang diadakan oleh Konjen Jepang di Surabaya, seperti Tes Mombukagakusho pada Februari lalu dan pekan depan Lomba Pidato Jepang. Kita harus berbangga akan hal ini,” tukas Endang saat ditemui di sela-sela acara Bunkasai. Dia menambahkan, “Bunkasai ini adalah acara yang paling diminati masyarakat umum dan merupakan aj ang promosi Sastra Jepang UNTAG Surabaya adalah. Kita open campus agar masyarakat luar bisa melihat sendiri kualitas kita.” (Um)
Komentar
Posting Komentar